RSS Feed
  1. Klarifikasi tentang Fahmi, Serang Banten

    February 12, 2016 by silly

    Masih ingat berita ttg Fahmi?

    image

    Berikut Hasil Survey team pendampingan Rumah Harapan:

    Fahmi dan keluarga tinggal bareng2 sama neneknya dan ada orang lain yg ikut numpang 1 kamar agar bisa membantu biaya kontrakan.

    Selama ini mamanya hanya beli obat untuk fahmi, karena pihak rumah sakit menyarankan untuk berobat jalan.

    Uang donasi yg di terima untuk beli obat fahmi karena setiap check up selalu di berikan obat yg sama. Setiap bulan biaya obat fahmi 1,3 juta, tp beliau tidak merinci obat2an apa aja.

    Ibunya agak emosional karna berita yg beredar. Saat team kami berkunjung, saat itu juga ada ibu2 pengajian dari jakarta yg datang untuk membantu karena membaca posting mengenai fahmi.

    image

    Ohya, soal emas berenceng itu, kata tetangga nya yg nelp salah satu volunter kami di 3LittleAngels yg ikut share info ttg rencana saya dan team utk rescue Fahmi: katanya emas itu cuma perhiasan imitasi, biasalah, beli dipasar bt dipake pergi pengajian.

    Menurut pengakuan ibunya, terakhir dapat bantuan 2 bulan yg lalu dari badan wakaf AlQuran 16jt, dan uangnya di gunakan untuk usaha warung nasi.

    Waktu team kami mengajak Fahmi dan ibunya ikut ke Rumah Harapan, ibunya ga mau, karena fahmi ternyata punya 2 adik kandung dan saudara tiri. Ibunya memang sudah menikah lagi, tapi tidak membuat ibunya lantas lalai mengurus Fahmi.

    Disamping itu ada warung nasi yg harus ibunya urus untuk membantu keuangan keluarga. Semua donasi yg mereka terima dipake untuk membiayai pengobatan Fahmi.

    image

    Kalau tabungan donasinya sudah menipis, ibunya lalu menggendong sendiri fahmi ke tempat2 keramaian, untuk mencari bantuan donasi bt Fahmi. Dan itu gak gampang mengingat tubuh fahmi yg cacat.

    Jumlah donasi yg dia terima tdk disebutkan, dan kami juga gak merasa punya hak utk menanyakan hal tsb.

    Yang jelas, untuk rescue Fahmi ke rumah harapan, sepertinya tdk memungkinkan karena Fahmi masih punya 2 adik kandung dan saudara tiri, plus punya warung nasi yg harus diurusi demi menunjang biaya hidup mereka.

    Apakah Fahmi dimanfaatkan?

    Semua kami kembalikan ke pendapat masing2.

    Bayangkanlah ini: seumur hidup Fahmi akan seperti ini kondisinya, dan ibunya selama masih hidup, akan melayani dan mengurus Fahmi yg memang gak bisa apa2 selain bergantung pada ibunya.

    Kalau sejak tahun 2006 dia mencari bantuan, mungkin malah sejak kecil mamanya mencari bantuan utk anaknya sejak ditinggal suami. Menikah lagi mungkin pilihan yg harus dijalani spy beliau tdk merasa berjuang sendiri.

    Kalau sampai sekarang masih suka nyari bantuan kesana kemari, ya karna MUNGKIN SAJA, I repeat, mungkin saja Fahmi masih butuh banget bantuan yg tdk tercover dari penghasilan warung nasi, dan donasi2 yg mulai menipis.

    We never know what kind of life they’ve been through. klo kita ga bisa yakin betul kejadian sebenarnya, at least we hold our self not to judge.

    Klo dia dapat donasi banyak, anggap aja emang udah rejekinya Fahmi.

    Demikian hasil survey team kami ke serang, semoga bisa melegakan semua pihak sehingga yg bener2 ingin membantu, tidak lagi merasa ada yg mengganjal dihati.

    Love and Respect,

    Valencia Mieke Randa and team
    Rumah Harapan Valencia Care Foundation


  2. Buku Kehidupan…

    January 12, 2015 by silly

     

    “Hidup adalah buku, jadi sebelum menutup buku ini, mari merenung sejenak, sudahkah kita menulis buku kehidupan kita dengan indah?….”

    As I said before… Hidup itu hanya sekali, dan sementara..

    Kita tidak pernah tahu kapan kita dipanggil pulang..  ‘Waktu’ kita itu… kita gak pernah tahu…

    Dia datang seperti pencuri… Gak kenal masih muda, masih anak2, atau masih banyak tanggungan, ketika kontrak kita didunia ini berakhir, kita semua pada akhirnya akan pulang.

    Dulu, saya takut banget mati… Takut banget kehilangan semua orang yang saya kasihi, takut banget membayangkan, seperti apa kehidupan disana kelak, apakah konsep surga dan neraka itu bener-bener ada?

    Gimana rasanya tidur didalam tanah yang dingin dan lembab, hanya kita dan alam yang menyatu, berteman sepi… tanpa suara, tanpa irama… hanya kita dan sunyi..

    Kepulangan Alm. Uje beberapa waktu lalu, sempat membuat semua kalangan bersedih, tidak peduli agama apapun, semua merasakan kehilangan yang luar biasa akan sosok anak muda yang cinta Tuhan dan jadi panutan semua orang..

    Kepulangan Alm Uje juga benar-benar mengingatkan saya kalau kita hanya “transit” di dunia ini.. Kehidupan kekal itu disana… after this life..

    Dan apakah kita akan mengalami “Kehidupan Kekal” atau “Kematian Kekal” di kehidupan setelah ini, ditentukan oleh bagaimana kita mengisi hidup kita yang sekarang..

    One thing for sure… If we spent our ‘transit-time’ sharing love, tender, care and peace to others,.. when our time comes, we will fly up with our colorful wings..:’)

    Sahabat…

    Hidup manusia itu seperti buku…

    Cover depan adalah tanggal lahir kita,

    Cover belakang adalah tanggal kepulangan kita..

    Tiap-tiap lembar adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita, dan apa yang sudah kita lakukan..

    Kitalah yang menjadi penulis buku kehidupan kita..

    Ada buku yang tebal, ada yang tipis.. Ada yang menarik dibaca, ada yang tidak menarik sama sekali.

    Menarik tidaknya buku kehidupan kita, kitalah yang menulisnya.. Dan sekali menulis, tidak akan terhenti, sampai selesai..

    Semua yang kita kekep erat-erat di dunia ini, akan diambil seluruhnya dari pelukan kita,  sebelum kita menutup buku yang kita tulis…

    Lantas buat apa kita kekep erat-erat semua itu.. kalau pada akhirnya harus kita tinggalkan..

    Belajarlah berbagi, karena berbagi membuat kita punya sesuatu yang bisa kita tulis di buku-kehidupan kita..

    Yang menarik dari ‘buku-kehidupan’ itu adalah.. SEBURUK apapun halaman sebelumnya,.. slalu ada halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat..

    Jadi seburuk apapun kita mengisi hidup kita kemarin,.. slalu ada kesempatan untuk kita memperbaiki “halaman baru”, sebelum kita menutup ‘buku’ itu :)

    Halaman baru, means kesempatan baru untuk kita melakukan sesuatu yang benar, .. memperbaiki kesalahan, & melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-NYA

    Nikmati dan isilah halaman demi halaman ‘buku-kehidupan’mu dengan hal-hal yg baik,.. supaya  kelak ketika dibaca orang.. mereka akan tersenyum haru membaca buku kehidupanmu :’)

    Love freely… forgive freely…

    Jangan mendendam, karena hanya akan membuat kita terluka,… dan menuliskan luka itu dibuku kehidupan kita… lalu meninggalkan buku yang penuh luka…

    Jika ingin melahirkan ‘buku-kehidupan’ yg menarik,.. jangan lupa libatkan ‘ahliNYA’,.. Dalam setiap lembar buku kehidupanmu.. ini yang selalu saya bilang pada diri saya sendiri…

    Jangan lupa untuk selalu bertanya pada-NYA,… “apa yg seharusnya kita tulis di tiap-tiap hari… ditiap halaman buku-kehidupanku, wahai sang Empunya Kehidupan”.

    Supaya pada saat halaman terakhir buku-kehidupan kita selesai,… Dia mendapati buku kita sebagai buku yang sangat berkenan kepadaNYA.. :’)

    Jangan mau menghabiskan hidup mengisi bukumu dengan airmata orang lain.. Lebih baik menangis sekarang karena tidak bisa memenuhi keinginan dagingmu, ketimbang menangis selamanya kelak, karena sudah meninggalkan buku yang penuh airmata oranglain..

    Selamat menulis buku-kehidupanmu dengan tinta ‘Cinta’… dan pena kebijakan,..  serta warnailah dengan kasih dan pengertian…

    At the end…

    Selamat menutup lembaran bukumu hari ini dengan ucapan syukur,  krn buku-kehidupanmu hari ini terisi penuh dengan cinta, dan jadi berkat buat banyak orang.

     

    With Humble

    @JustSilly

    *this article is also written on my book “My 3LittleAngels – Malaikat-malaikat Tak Bersayap”


  3. Terkadang Kita Butuh Untuk Menangis

    January 5, 2015 by silly

    Kadangkala hidup mengharuskan kita untuk menangis meski tidak tahu betul apa yang membuat kita ingin sekali menangis.

    Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar, tetapi tetap saja kesalahan baik yang kita lakukan tanpa sadar, atau kesalahan yang tidak kita lakukan tetapi selalu ditujukan pada kita.

    Bahkan ketika kita merasa sudah membuat keputusan yang benar, namun bagi orang lain, pemikiran kita tetap saja keliru.

    Melelahkan sekali bukan hidup seperti ini?

    I’ve been there, done that.

    Tapi satu ketika, aku menemukan sebuah artikel yang membuatku tersentuh lalu berfikir… betapa selama ini aku lupa akan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku.

    Ahhh, iya… aku baru sadar,…

    Tuhan sudah menciptakan aku seperti Matahari, bukankah matahari itu bersinar memancarkan keindahan cahayanya?.

    Tapi bagaimana aku bisa bersinar seperti matahari, jika hatiku seringkali dipenuhi oleh rasa iri, ketika melihat kebahagiaan orang lain.

    Bagaimana aku bisa bersinar, jika hatiku masih saja dipenuhi oleh kesedihan akan kebahagiaan orang lain.

    Bagaimana oranglain bisa menikmati keindahan cahaya hatiku, jika didalamnya, hanya dipenuhi oleh kecemburuanku melihat keberhasilan orang lain.

    Tuhan menciptakan hidupku supaya mengalir seperti air… tapi terkadang aku membatasinya dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali.

    Ketika aku melewati rintangan, seringkali aku langsung merasa kalah, sakit hati dan akhirnya hanya sumpah serapah yang keluar dari mulutku.

    Aku lupa, sakit hati itu terkadang juga karena cara berfikirku yang selalu menganggap oranglain salah, dan end up membuat tidurku tidak nyenyak dan hidupku tidak nyaman. Sakit hati, hanya membuatku terhambat meraih masa depanku sendiri.

    Jadi bukan keadaan yang salah, tapi aku yang membiarkan rasa sakit dan amarah itu menguasai diriku. Aku tidak lagi focus pada masa depanku… tetapi focus pada rasa sakit hatiku, pada dendam dan amarahku.

    Aku harus berhenti. Aku harus berhenti mengeluh akan hidupku.

    Aku harus menguasai pikiranku, karena dari sanalah sumber semua amarah, iri, sedih dan semua emosi-emosi negatif. Semua rasa tidak adil, dilecehkan, diremehkan bahkan perasaan dikhianati oleh orang yang kita cintai atau sesama kita… hanya akan menguras energy kita.

    So, siapapun yang mungkin berada di  posisi ini, say this to your self:

    Aku berharga. Aku adalah rancangan Karya Agung yang Dasyat!

    Dulu ketika aku berada diposisi ini, aku juga bicara pada diriku sendiri, “aku harus menjauhkan diriku dari kemarahan… Dan mencoba duduk diam dalam ketenangan jiwaku… bersatu dengan alam, dan mengalami kemurahan Tuhan”.

    Dan ketika itu, tiba-tiba aku merasa Dia menyentuh pundakku. Ah, iya… Aku lupa. Aku lupa bahwa DIA tidak pernah pergi. Dia selalu disini, menanti aku untuk datang dan mengadu padanya.

    Bahwa Aku lelah, dan aku butuh kekuatan.

    Dan dengan lembut, dia merentangkan tangannya… lalu memelukku. Erattttt sekali. Adem sekali rasanya, berlindung disana. Rasa itu… indahhh sekali.

    Didada-Nya kini kuletakkan kepalaku yang lelah, dan Dia mengusap rambutku.

    Dengan lembut DIA berkata,

    “Anakku, dengarkan Aku baik-baik,

    Jika engkau lelah, Aku selalu ada disini, dan tangan Ku akan terbuka lebar-lebar untuk memelukmu.

    Menangislah, karena kamu butuh menangis. Rasakan debaran jantungKu, seperti ketika engkau dalam rahim ibumu…

    Aku akan senantiasa menyediakan bahuKu untuk tempatmu menangis, kapanpun engkau membutuhkannya.

    Aku akan selalu ada disini, menunggumu untuk datang… Karena AKU, sangat sayanggggg padamu.

    Dan Aku sungguh-sungguh peduli padamu. Ketahuilah, bahwa semua ini kulakukan, karena engkau BERHARGA dimata-Ku”

    Dan akupun tersungkur.

    Iya, betapa selama ini aku lari kesana kemari mencari tempat untuk menangis. Aku lupa… DIA selalu ada disini… disampingku… menungguku untuk datang… dan menangis dipundaknya.

    Ahh, terima kasih Tuhan, terkadang hanya butuh menangis untuk bisa meringankan apapun yang menghimpit rasa.

     


  4. Pelukan Meredakan Tantrum pada #Autism

    January 3, 2015 by silly

    Seringkali orang tua gelisah ketika anaknya tidak bisa berkomunikasi seperti layaknya anak seusia mereka. Orangtua lalu mencari segala cara untuk membuat anaknya bisa bicara

    Semua terapi dilakukan, malah ada yang ke orang pinter segala, hanya supaya anak mereka bisa bicara.

    Padahal Komunikasi tidak sama dengan bicara. Komunikasi tidak harus dengan verbal, karena tidak semua anak bisa berkomunikas dengan verbal.

    Anak-anak yang non vernal bisa diajarkan untuk berkomunikasi dengan banyak cara. PECS atau Picture Exchange Communication sistem adalah salah satu cara berkomunikasi untuk anak non verbal. Mereka berkomunikas dengan cara menunjukkan gambar, cara mengajarkan komunikasinya juga dengan menunjukkan gambar pada kartu2 yang biasanya dapat dibeli di tempat terapi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

    Andre anak saya juga dulu sangat sulit berkomunikasi. Ketika umurnya 1,5thn, after kejang pertama, Andre tiba-tiba mulai berhenti memanggil saya “mama”, dan mulai malas bicara…

    Setiap kali ingin sesuatu, dia akan menarik tangan saya, dan mendorong saya ke tempat benda yang dia maksud… Atau kalo tidak, dia akan menangis dan merengek jika saya tidak mengerti apa yang dia maksud.

    Jadinya saya hanya menebak-nebak sambil nanya apa yang dia mau..

    “Yang ini?” *dia menggeleng*… “Yang ini?” *geleng lagi*… “Ini?” *teteup geleng*, dengan nada pasrah dan setengah putus asa sedikit membentak saya nanya, “YANG INIHHHH?”.. Dan dia pun menangis mengamuk karena stress dan putus asa…

    Anaknya jadi overwhelmed karena mamanya gak ngerti-ngerti apa yang dia mau.. Mamanya juga overwhelmed karena dia gak ngerti-ngerti apa yang anaknya mau, meski sudah ditunjukin semuanya…

    Jadilah kami berdua ibu dan anak yang putus asa dan saling menyalurkan energy negatif satu sama lain. Kebayang gak sih gimana jadinya dua orang stress dibawah satu atap? Alamat rumahnya jadi kerasa panas dan tidak nyaman bukan?

    Untungnya Tuhan juga mengaruniakan segudang sabar, jadi ketika anak saya sudah begitu, saya peluk sambil menenangkan dirinya dengan mengusap-usap punggungnya, dan mendekatkan telinganya ke dada saya.

    Usapan pada punggungnya akan memberi rasa nyaman yang bisa menenangkan dan bunyi jantung ibunya akan terasa seperti musik yang menenangkan, yang sama seperti irama yang sering dia dengar pada saat masih didalam kandungan ibunya.

    Andre sampai usia 4 tahun tidak bisa bicara seperti layaknya anak normal seusianya. Dari mulutnya hanya keluar bunyi-bunyian yang hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang diomongin.

    Setelah terapi sampai usia 4thn, dokter menyarankan untuk masuk sekolah mainstream supaya bisa belajar berkomunikasi seperti anak normal lainnya.

    Akhirnya saya masukkan andre ke salah satu sekolah di dekat rumah saya, tanpa menceritakan kekurangan andre karena saya percaya anak saya pasti bisa seperti anak lainnya.

    Gak tahunya, gak nunggu hari jumat, baru 4 hari sekolah saya udah dipanggil kepala sekolah dan diberi tahu bahwa anak saya tidak bisa bersekolah disitu karna mengganggu aktifitas belajar mengajar, dia sering ngamuk dikelas dan melempari gurunya dengan sepatu, saat ditanya, berapa pensil yang ada ditangan gurunya.

    Saya sempat sedih luar biasa saat itu, kebayang gimana SD, SMP, SMA kelak, kalau masih TK aja anak saya udah diusir-usir dari sekolah.

    Saat saya menangis menjerit-jerit sama Tuhan, saya kembali diingatkan bahwa Tuhan itu Arsitek yang Agung, karyanya tidak pernah salah. Tidak satupun karyanya yang adalah produk yang gagal.

    Jadi ketika DIA menciptakan anak yang punya kekurangan.. Dia juga tidak lupa menitipkan kelebihan pada anak itu. Tugas kitalah orangtua untuk mencari apa kelebihan anak kita, dan membantunya memaksimalkan kelebihannya, menjadi bekal buat dia kelak ketika dewasa.

    Andre sekarang bisa berkomunikasi, setelah semua bahasa saya ganti ke bahasa Inggris. Bahkan Andre hanya mau berkomunikasi dalam bahasa Inggris, entah kenapa, dan agak sulit belajar bahasa Indonesia.

    Moms…

    Jangan memaksakan anak kita untuk harus bisa berkomunikasi secara verbal.. Usaha memang tetap harus dilakukan, tetapi “bicara” jangan menjadi target utama yang harus dicapai anak. Komunikasi tidak harus bicara. Jaman sekarang sudah ada banyak sekali sarana untuk mengajarkan anak berkomunikasi. SMS salah satunya.

    Ajarkan anak berkomunikasi dengan SMS, akan sangat membantu dia mengungkapkan apa yang dia mau. Atau dengan bahasa isyarat jika sulit menemukan hp yang bisa membantu si anak berkomunikasi.

    Jangan putus asa ya mom, tetaplah bersukacita… because we are the chosen one.

     

    Be Blessed,

    Valencia Mieke Randa (@JustSilly)