RSS Feed
  1. Pentingnya mengecek tabel Nutrisi, Prebiotik dan Probiotik bagi kesehatan saluran pencernaan anak

    March 21, 2014 by silly

    DSCF9536

    Seperti kebanyakan ibu yang lainnya, saya juga seorang ibu yang amat sangat peduli pada kesehatan anak, bahkan kalau perlu segalanya akan saya berikan untuk membuat anak saya terlihat sehat dan montok. Tapi ternyata belakangan saya sadar montok belum tentu sehat, karena saya cenderung memberi makan apa saja buat anak saya tanpa peduli kandungan gizi pada makanan anak saya, termasuk kandungan prebiotik dan probiotiknya, yang ternyata justru amat sangat dibutuhkan oleh anak saya dalam masa pertumbuhannya.

    Saya belum sadar kalau saya sudah kebablasan, sampai satu ketika, anak saya bilang gini:

    Ochi: “Mom, can I just pass school today?”

    Me: “Why baby?”

    Ochi: “Nothing, I just feel uncomfortable on PE lesson”

    Me: “But why? I thought you like exercise before”

    Ochi: “Yeah, but today’s lesson is to lift up one leg mommy, I cannot do that”

    Me: “hahahaha… It’s ok baby, you can do it. Just go”

    Dan Ochi pun berangkat ke sekolah dengan muka cemberut.

    Memang, Ochi putraku yang ke 3, memiliki tubuh yang agak sedikit besar. Oh Well, bukan agak sedikit besar lagi sebetulnya, over weight malah, untuk ukuran anak seusianya. Bayangkan, diusia 7thn, berat badan ochi sudah 42kg, hampir sama beratnya dengan mamanya sebelum menikah dulu.

    Sebetulnya Ochi terlahir amat sangat kecil dan ringkih. Di awal-awal kelahirannya, saya memberikan Ochi full ASI sampai bulan ke 4, saya harus masuk rumah sakit. Sejak itu ASI saya berhenti sama sekali, dan terpaksa dilanjutkan dengan susu formula.

    Di usia 6 bulan, saya mulai memperkenalkan makanan pendamping pada Ochi. Kali pertama saya beri pisang, eh, ochi nya sembelit. Saya kasih tomat, ochinya diare.. Saya kasih jeruk baby, tubuh ochi penuh merah-merah kayak kena ulat bulu.

    Awal-awal saya sampai stress sendiri… semua makanan selain susu yang saya kasih, pasti menimbulkan reaksi alergy yang beragam pada tubuhnya. Ada yang bikin dia gak bisa tidur karena gatal dan merah-merah, ada yang nongol seperti cacar air yang berisi nanah, ada yang nongolnya muntah-muntah, diare, tidak bisa tidur dan rewel, dan sebagainya.

    Pilihannya tinggal menyerah dan pasrah pada susu formula yang kandungannya paling lengkap, atau mencoba makanan satu persatu, which is tentu saja bukan  pilihan yang mudah mengingat jenis makanan kan amat sangat beragam, mau berapa kali dan berapa banyak kadar yang harus saya berikan kepada bayi saya untuk tahu dia alergi atau tidak?

    Untungnya saya sudah tidak bekerja secara formil di kantoran, sehingga saya punya banyak waktu untuk melakukan trial pemberian makanan ini.

    Telur misalnya, untuk bisa makan telur, Ochi butuh 2,5thn di provokasi eliminasi sampai akhirnya tubuhnya membentuk kekebalan terhadap protein telur sehingga tubuhnya bisa menerima telur ini tanpa alergi lagi.

    Pola pemberiannya, pertama kali umur 6 bulan saya kasih putih telur 5ml. Krn kulitnya gatal, saya eliminasi dari daftar “Food Diary” ochi, dan baru di provokasi lagi sebulan kemudian, begitu seterusnya, jika masih ada reaksi alergy dari tubuhnya, tarik lagi, sampai sebulan kemudian, provokasi lagi(dikasih lagi). Kalau sudah tidak alergy, jumlahnya dibanyakin, yg tadinya 5 mili, menjadi 10 ml, sampai dia bisa makan telurnya secara utuh setelah 2,5thn.

    Tomat juga begitu, apalagi jeruk, ikan, ayam, dsb. Semuanya butuh waktu dan kesabaran untuk terus “Provokasi Eliminasi” sampai akhirnya tidak alergy.

    Yang menyenangkan adalah, Ochi sekarang bisa bebas makan apa aja, dan karena dia diprovokasi dengan semua jenis makanan dan sayuran, praktis ketika dia sudah bisa mengkonsumsi semua jenis makanan, sekarang apa aja dilahap, kecuali temen, LOL.

    Mamanya juga karena tahu perjuangan dulu susah banget ngasih makan, sekarang begitu bisa makan semuanya, ya saya kasih apa aja, yang dia suka, gak peduli lagi sama komponen2 gizi atau kandungan apapun yang ada didalam makanannya. Pokoknya asal dia suka, saya kasih.

    Nahhh, yang terjadi kemudian adalah Ochi jadi kegemukan. Kata gurunya, Ochi sering susah gerak kalau olahraga, dan itu membuat nilai olahraganya gak terlalu bagus, padahal nilai yang lain, 8,9 bahkan ada nilai raportnya Ochi yang 10.

    Nah, kalau sudah begini, mamanya yg mulai stress, bukan karena nilai olahraganya jelek, tapi agak khawatir akan tubuhnya yang sudah masuk kategori obesitas kata dokter. Saya khawatir dia tumbuh jadi anak yang tidak sehat dan beresiko penyakit jantung dan diabetes. Kan serem yahhh, huhuhu…

    Untung beberapa hari yang lalu ada temen yang mengajak saya untuk ikut seminar tentang gizi dan pencernaan, yang diadakan oleh FKUI di salemba. Saya baru tahu kalau tubuh kita itu kebutuhannya tidak banyak, dan kalau berlebihan, akan langsung disimpen sebagai cadangan energy.

    DSCF9534

    Yang tak kalah penting dan selama ini luput dari perhatian saya adalah kandungan prebiotik dan probiotik dalam makanan yang sangat diperlukan bagi kesehatan saluran pencernaan anak. Kalau saluran pencernaannya bagus, otomatis metabolismenya bagus, kemampuan menyerap zat-zat makanan yang dibutuhkan tubuh jadi jauh lebih baik.

    DSCF9532

    Wahhh, ternyata penting banget yah prebiotik dan probiotik ini. Sayang sekali dulu ketika anak saya mengalami masalah pencernaan, saya tidak memperhatikan bahwa prebiotik dan probiotik ini sangat dibutuhkan.

    Dan saat ikut seminar yang di selenggarakan oleh FKUI tersebut, saya takjub bahwa ternyata saluran cerna balita itu masih dalam proses pembentukan, sehingga rentan dengan makanan baru selain ASI. Makanya dulu Ochi juga sulit banget menerima makanan lain selain ASI…

    DSCF9521

    Dan ternyata, tidak hanya itu, karena saluran pencernaan yang masih immature, anak jadi rentan dengan penyakit, seperti diare, dan sebagainya. Saya juga baru tahu, bahwa ternyata diare itu adalah penyebab kematian balita urutan ke 2 (Dua) di Indonesia. Wah, serem juga…

    Nah, tapi hebatnya saluran cerna kita itu punya puluhan juta probiotik yang secara alami sudah hidup semasa anak lahir. Probiotik ini yang akan bekerja melawan bakteri, virus, selain itu membantu proses pencernaan makanan.

    Namun, coba bayangkan betapa kerasnya probiotik ini bekerja melawan bakteri jahat… Kalau jumlah probiotiknya lebih banyak, perlawanan terhadap bakteri jahat pasti semakin kuat kan? Hihihi…

    Oleh karena itu emang perlu banget anak mengkonsumsi probiotik, yang bersumber pada dairy product… ASI merupakan sumber probiotik paling baik untuk anak. Beberapa susu pertumbuhan mengandung probiotik yang dibutuhkan anak. Saya baru-baru ini baca di media tentang susu pertumbuhan yang mengandung probiotik… Tapi hati-hati, tidak semua diary product itu mengandung probiotik. Makanya, penting buat semua ibu untuk CEK LABEL terlebih dahulu dalam memilih susu untuk anak. Pastikan susunya mengandung probiotik ya moms.

    Cek tabel nutrisi  saat membeli makanan atau susu apapun untuk anak

    Cek tabel nutrisi saat membeli makanan atau susu apapun untuk anak

    Pokoknya… besok-besok kalo mau beli makanan, atau susu, atau apapun buat anak, perhatiin labelnya dulu ahhh, mengandung prebiotik dan probiotik gak, supaya pencernaan anakku jadi lebih baik. Gak Cuma buat Ochi sih, buat anak-anak yang lain juga, akan sangat membantu memperbaiki kesehatan pencernaan mereka,supaya kalau pencernaan mereka baik, gizi akan terserap lebih optimal, sehingga akan sangat baik untuk perkembangan otaknya. Dengan demikian, anak jadi tumbuh lebih sehat, lebih bebas belajar dan bereksplorasi, sehingga tumbuh kembang anak menjadi lebih optimal, kemampuan berfikirnya juga lebih terasah seningga mereka bertumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.



  2. Kupu-kupu Yang Belum Sempurna

    March 15, 2014 by silly

    Sudah beberapa hari ini saya selalu terbangun jam 4 pagi. Dan seperti biasa, saya selalu merasakan, ini saat-saat yang amat sangat intim, bercengrama dengan Tuhan, sang empunya kehidupan ini..

    This morning, I get down on my knee, and pray…

    Dan ketika mendoakan bangsa ini, airmata saya tiba-tiba mengucur deras. Teringat Konferensi pers JOKOWI yg akhirnya mencalonkan diri menjadi presiden. On my vision, he was prepared to be “the One”. But 2014 is NOT his time… not yet :(

    Mungkin tulisan saya ini akan membuat saya dibenci banyak orang, but I have to.

    Jokowi buat saya seperti seekor kupu2 yang “cantik”. Dan beliau memang dipersiapkan untuk menjadi kupu-kupu yang Indah.

    kupukupu yg tidak sempurna

    Tapi buat saya, 2014 belum saat yang tepat buat beliau memimpin bangsa ini.. Semua masalah yang saat ini ada di DKI Jakarta, ibarat soal ujian yang dipersiapkan bagi Jokowi untuk naik kelas.

    Saat ini, Jokowi belum lulus, belum saatnya naik kelas,… Ibarat kuliah, beliau baru semester 2, belum waktunya jadi sarjana. Kalau dipaksakan, ya jadi sarjana karbitan. Semua sarjana karbitan pasti hasilnya gak akan bagus bukan?

    Bahwa Jokowi adalah “mahasiswa” yang cerdas memang tidak bisa dipungkiri. As I said, he’s born to be a beautiful butterfly, but 2014 is not his time yet…

    Kalau tetap dipaksakan… Maka kita akan kehilangan calon pemimpin bangsa yang luar biasa… *nangis lagi* :((

    Seekor  kupu-kupu cantik baru bisa terbang dengan cantik setelah melalui sebuah perjuangan yang cukup berat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam sebuah metamorfosis yang luar biasa. Bermula dari ulat, kepompong kemudian pelan-pelan ulat berusaha sekuat tenaga keluar dari lubang kecil. Melaluai lubang kecil, sayap kupu-kupu mulai terbang sempurna. Ia dapat terbang dan memperolah kebebasannya. Tanpa disadari, ulat telah menjadi kupu-kupu cantik sesuai warnanya.

    Saya teringat ilustrasi ini…

    Seorang anak sedang asyik mengamati kupu-kupu yang sedang berusaha keluar dari kepompongnya. Ia melihat betapa susah payahnya kupu-kupu tersebut berjuang untuk melepaskan diri dari kepompongnya. Menit-menit berlalu, kupu-kupu tersebut masih terus berjuang untuk melepaskan diri.

    Karena tidak sabar menunggu kupu-kupu itu keluar dari kepompongnya, si anak kemudian mengambil gunting dan menggunting kepompong tersebut untuk membantu kupu-kupu ini keluar. Dalam sekejap, Kupu-kupu kecil ini keluar, namun dengan bentuk tubuh yang masih bulat dan sayap-sayap yang mengkerut.

    Sang kupu-kupu berusaha terbang, namun karena sayapnya masih mengkerut, dia terjatuh dan terjatuh lagi, dan akhirnya mati kelelahan…

    Mengapa demikian?

    Karna sebetulnya, saat kupu-kupu tersebut berusaha keluar dari kepompong melalui lubang yang kecil, saat itulah cairan yang ada dlm tubuhnya terdorong masuk ke sayap-sayapnya, sehingga tubuhnya menjadi ramping dan sayap-sayapnya menjadi kokoh dan kuat. Sayap-sayap inilah yg kemudian mendorong tubuhnya keluar dari kepompong, dan itupun butuh proses dan teknik yang baik, untuk akhirnya bisa membuat tubuhnya terlepas. Saat itu, sayapnya sudah kuat, sehingga ketika dia sudah keluar, dia siap untuk terbang bebas dan menebarkan keindahannya kepada siapa saja.

    Lubang kecil pada kepompong ibarat semua masalah yang menumpuk di DKI Jakarta… Jika ini bisa diselesaikan dengan baik, maka Jokowi akan menjadi pemimpin yang luar biasa… Yang selama ini ditunggu-tunggu bangsa ini, untuk membawa bangsa ini dari keterpurukan dan melesat jauh menjadi negara yang hebat, karena dipimpin pemimpin yang hebat.

    Ada yang bilang, “TAPI KAN ADA AHOK”

    Buat saya, itu sama saja dengan menyuruh Ahok menggunting kepompong Jokowi supaya Jokowi cepat-cepat keluar jadi kupu-kupu yang dinanti2 banyak orang, untuk dinikmati keindahannya…

    Memaksa Jokowi menjadi Presiden SAAT INI menurut saya justru sedang menjatuhkan beliau dari titik yang harusnya dia capai.

    Ibarat buah, butuh waktu untuk bisa matang dengan sempurna.

    Ibarat Mahasiswa, butuh waktu untuk bisa jadi sarjana..

    Ibarat bayi.. butuh waktu untuk dia bisa merangkak, berdiri, lalu berjalan..

    Segala sesuatu ada waktunya

    Terkadang manusia tidak sabar menunggu waktu itu tiba, semuanya maunya instant, serba cepat, pengen segera keluar dari masalah, tanpa berfikir, segala sesuatu ada waktunya… Dan Jokowi, belum saatnya jadi RI 1.

    Bahwa beliau calon pemimpin yang luar biasa, saya setuju banget! Amat sangat setuju! Tetapi belum sekarang, biarkan oranglain yang memimpin dulu, sambil mempersiapkan diri. Kelak saya yakin, tahun 2019 kita akan menemukan sosok pemimpin yang kuat, yang luar biasa dan yang selama ini dirindukan semua orang.

    Kita semua seperti anak kecil yang tidak sabar menunggu proses kehidupan… Kita pengen instant, jadi apapun yang belum siap, dipaksain jadi siap, padahal kita tidak sadar, kita sedang menciderai mimpi kita akan pemimpin yang matang dan siap membawa bangsa ini keluar dari keterpurukan…

    Gak heran kalau kemudian pak Jokowi end up seperti pemimpin2 sebelumnya, awalnya dipuja2, gak lama dihujat2…

    Pesan saya buat Pak Jokowi…

    With my humble heart pak, please… Jangan mau dijadikan presiden karbitan… Mari selesaikan saja apa yang sudah bapak mulai… Seorang pemimpin yang hebat, adalah pemimpin yang memegang teguh komitmen dan integritasnya. Saya melihat bapak dalam visi saya ketika berdoa… bapak sedang dipersiapkan untuk sesuatu yang besar, tetapi bukan sekarang… Please pak, jangan mau jadi boneka orang lain… Or you’ll end up like the young weak butterfly..

    Saya tahu tulisan saya ini mungkin akan membuat fans-fans Jokowi marah, silahkan saja. Saya salah satu fans berat jokowi, and I did this to save him.

    Saya bisa saja salah, karena saya bukan politikus, saya hanya melihat dari kaca mata batin dan hati saya… semoga saja saya salah… semoga…

    Jakarta, 15.03.2014, at 04.00

    Ditulis dengan penuh rasa prihatin,

    Valencia Mieke Randa (@JustSilly)
    Founder @Blood4LifeID, @3_little_angels, @BFLAct dan @LittleStep_BFL  Movement


  3. Mengapa Ada Harga Yang Harus Dibayar Saat Kita Butuh Darah dari PMI

    February 25, 2014 by silly

    Ini pertanyaan yang paling sering saya dapatkan di manapun dan kemanapun saya pergi.

    “Mbak, kenapa sih kalau kita donor darah di PMI, darahnya gratis, padahal kalau kita butuh darah di PMI, kita harus bayar?”

    Ada yang lebih ekstrim malah, dan ini justru keluar dari seorang pengacara yang katanya cukup terkenal

    “Masa orang memberikan darahnya diminta ikhlas, dan tanpa imbalan apapun, sementara ketika orang lain butuh, dikenakan biaya yang cukup mahal. Ini namanya memanfaatkan dan mengkomersilkan niat tulus orang”

    Saya tidak menyalahkan pernyataan-pernyataan diatas. Wajar sih, bahkan saya pun awalnya sempat berfikir demikian, sampai kemudian saya googling, dan menemukan jawabannya. Plus cari tahu informasi ini ke temen-temen PMI, akhirnya saya menemukan bahwa sebenarnya darah yang di transfusikan ke kita itu GRATIS.

    Yang kita bayar adalah Biaya Penggantian Pengelolaan Darah, atau disingkat BPPD

    Here’s the detail

    Kenapa ada biaya yang harus kita bayar saat kita butuh darah, padahal saat kita mendonor, kita gak dibayar? Apakah PMI jual darah?

    Nope, sama sekali tidak!

    Transfusi darah itu tidak seperti yang kita lihat di sinetron-sinetron di televisi, dimana habis disedot dari badan seseorang, langsung di transfusikan ke badan si penerima.

    Actually, yang kita lihat di sinetron itu menurut saya justru membuat orang jadi salah kaprah, karena darah tidak mungkin bisa langsung dipindahin ke tubuh penerima seperti layaknya transfer uang. Ada proses-proses yang harus dilalui, antara lain proses pemeriksaan calon pendonor, proses pengambilan darah, screening, penyimpanan dsb

    Biaya yg kita keluarkan perkantong darah sebenarnya adalah biaya penggantian pemeliharaan darah, supaya kondisinya tetap sama seperti saat berada dalam tubuh kita. Biaya ini yg kita kenal dgn nama ‪#BPPD atau Biaya Penggantian Pengelolaan Darah. Besarnya ditentukan ol/ subsidi pemda stmpat.

    Biaya #BPPD itu terdiri dari:

    #1. Kantong darah! Kantongnya didesain khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak, kantong darah ini masih import, sehingga komponen BPPD menjadi mahal.

    Selain kantong darah yang masih import, juga biaya alat-alat yang  disposable alias sekali pakai misalnya: Kapas, alkohol, jarum, selang dsb.

    #2. Pada saat donor darah, semua calon pendonor dicek kesehatanya mulai dr berat badan, tekanan darah, Hb, dsb

    #3. Biaya pengecekan terhadap penyakit MENULAR. Semua darah pendonor discreening terlebih dahulu apakah mengandung penyakit yang sekiranya bisa menular lewat transfusi darah.

    Sesuai dengan keputusan dari WHO, penyakit yang discreening tersebut adalah:

    HIV, SYPHILIS/RAJASINGA/TREPONEMA, HEPATITIS B dan HEPATITIS C.

    Kebayang gak kalau kita medical check up di rumah sakit, hanya untuk tahu penyakit–penyakit tersebut ada atau tidak di badan kita, mengingat gaya hidup kita jaman sekarang amat sangat memungkinkan kita terpapar penyakit-penyakit tersebut.

    Contoh nih: Saat kita ke salon, medicure pedicure, jika peralatan yang dipakai, baru saja dipakai oleh penderita Diabetes, atau Hepatitis, maka hampir dipastikan kita bisa tertular penyakit2 tersebut.

    Atau misalnya kita ke dokter gigi, duduk di closet yang baru saja dipakai oleh orang yang mungkin punya penyakit Diabetes atau hepatitis, dan kebetulan di pantat kita sedang ada abses/bisul/jerawat, ini amat sangat mungkin kita juga tertular.

    Jadi, dengan mudah kita bisa saja menderita penyakit2 diatas bukan? dan untuk bisa ngecheck apakah kita menderita penyakit3 diatas, itu bisa jutaan bukan yang harus kita keluarkan?

    Nah, dengan mendonor secara rutin, darah kita akan selalu di check secara berkala, dan jika ada apa-apa, kita akan diinformasikan untuk segera menghubungi PMI atau dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, GRATIS pulak! :))

    Amazing bukan? Kita menolong, tapi kita juga tertolong :)

    Jangan kuatir, PMI menjamin kerahasiaan data pendonor, sehingga jika darah kita bermasalah atau tidak terpakai, hanya kita, PMI dan Tuhan yang tahu, unless you decided to tell someone. :)

    #4. Biaya Proses Komponen Darah. FYI, darah yang didonorkan tidak berhenti dalam bentuk darah merah itu saja, melainkan diproses lagi.

    Sekantong darah kita ini, nantinya akan dipisahkan menjadi komponen-komponen darah, spt: thrombosit (Tb), PRC, Plasma darah, WB dsb. Diprosesnya sesuai kebutuhan pasien. Ada yg butuh plasma darahnya saja, ada yg butuh thrombositnya saja.. ada yg butuh Whole Blood (WB) dsb.

    Contohnya: Untuk Kanker umumnya butuh HANYA thrombositnya saja, yang proses pemisahannya disebut Apheresis.

    Proses Apheresis ini syaratnya banyak, antara lain, berat badan calon pendonor > 60kg, tidak merokok, tidak tatoan, sehat jasmani dan rohani, dan harus lolos screening apheresis selama 8 jam pertama… Selain syaratnya banyak, juga prosesnya sekitar 2 jam, seperti Cuci Darah, menggunakan mesih khusus untuk memisahkan komponen darah, sehingga butuh biaya yang MAHAL.

    Jadi kita nanti ada teman yang dengar, sekantong darah biayanya Rp 3,5 juta, itu bukan PMI jual darah, tetapi karena memang proses pemisahan thrombosit dan komponen darah lainnya menggunakan alat yang amat sangat mahal dan rumit.

    Sekantong darah Apheresis, sama dengan 10-15 kantong darah pendonor regular. Itu sebabnya biaya BPPD nya jauh lebih mahal, namun lebih menguntungkan buat si calon penerima donor, karena darahnya diperoleh hanya dari 1 pendonor, jadi resiko penolakan dari tubuh pasien jauh lebih kecil dibandingkan thrombosit yang diperoleh dari 10-15 pendonor biasa.

    Kapan-kapan saya posting tentang Apheresis lebih detail lagi agar tidak ada anggapan PMI jualan darah sampai 3,5Juta perkantong. (PS: saya bukan karyawan PMI, hanya orang yang peduli supaya tidak ada keraguan untuk berbagi dengan sesama :) )

    #5. Uji Silang kecocokan pendonor & terdonor! Ini butuh waktu sekitar 2 jam. Untuk screening darah dari penyakit-peyakit menular tadi bisa sampai 6jam

    Terkadang orang masih berfikir bahwa darah bisa langsung di transfusikan, padahal tikak, Darah harus discreening terlebih dahulu untuk mengecheck kecocokan dengan calon penerima. Kalau tidak malah bisa membahayakan nyawa si penerima jika terjadi penolakan dari tubuhnya. Mau nolong malah mencelakakan orang lain, bisa berbahaya… kan kasihan…

    Terakhir! #6. Biaya operasional lain-lainnya seperti alat penyimpanan, mesin proses, bangunan, SDM dan tenaga medis dsb

    Semua itu adalah komponen-komponen biaya ‪#BPPD.

    Semoga dengan mengetahui ini, tidak ada lagi yang ragu untuk mndonor, karna darah kalian tidak diperjualbelikan.

    Let’s share love to others, by sharing our blood… It’s feel  good by doing good things, right?

    Sharing love is the best way to celebrate life, cause the beauty of life doesn’t depend on how happy we are… but on how happy others can be, because of us..

    Kita diciptakan Tuhan pasti untuk tujuan kebaikan, jadi mari memberi makna bagi keberadaan kita di dunia ini bagi orang lain. Kita gak harus kaya untuk bisa nolongin orang… Tuhan menyediakan darah dalam tubuh kita secara cuma-cuma, supaya kita bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan, tanpa harus kehilangan apapun.

    Berbagi darah membuat hidupmu amat sangat berharga, karna berbagi darah, means berbagi NYAWA dengan orang lain..

    Kita gak harus mengalami dulu sakit dan butuh donor, untuk bisa berempati dengan orang lain dan berbagi darah kita.

    Mungkin saat ini tangan kita yang berada diatas sebagai orang yang memberi, tapi satu saat, tangan kita akan berada dibawah, sebagai orang yang membutuhkan… Jadi saat tangan kita masih berada diatas, terlebih dahululah memberi, supaya saat tangan kita berada dibawah, akan ada banyak tangan yang terulur buat kita… Just like an ECHO… semua yang kembali ke kehidupan kita adalah apa yang kita tabur, dan semuanya kembali berkali-kali lipat…

    So let’s share love… and you’ll feel loved.

    With Humble,

    Valencia MR (@JustSilly)
    Founder of @Blood4LifeID@3_Little_Angels@BFLAct dan @LittleStep_BFL

     


  4. Prosedur Pengambilan Darah di PMI

    February 25, 2014 by silly

    Terkadang kita diinformasikan oleh rumah sakit bahwa keluarga kita membutuhkan darah sementara di PMI tidak ada stock.

    Jika demikian, jangan panik. Pertama carilah keluarga terdekat, untuk menjadi pendonor pengganti. Jika memang tidak ada, silahkan menghubungi kami via twitter: @Blood4LifeID, @BFLAct, @JustSilly, @Miedhamida, atau SMS ke hotline BFL: 0818787840 untuk dibantu dicarikan calon pendonornya.

     

    PROSEDUR PERMINTAAN DARAH

    Dokter yang merawatlah yang menentukan pasien membutuhkan darah atau tidak Membawa formulir khusus rangkap 4 atau 5 untuk permintaan darah yang telah diisi oleh dokter yang merawat disertai contoh darah pasien dengan identitas yang jelas.

    Formulir dan contoh darah itu dikirim ke Bank Darah di rumah sakit atau laboratorium UTDC PMI setempat. Untuk Daerah Jakarta, darah dapat diperoleh di UTDD PMI DKI Jakarta, Jl Kramat Raya No 47. Apabila persediaan darah yang diminta oleh dokter tidak ada di bank darah rumah sakit, maka bawalah donor pengganti ke UTDC setempat.

    Atas dasar permintaan dokter di RS tersebut UTDC melakukan pemeriksaan reaksi silang antara contoh darah donor dengan contoh darah pasien, yang memakan waktu lebih kurang 1,5-2 jam.

    Pemeriksaan ini mutlak harus dilakukan walaupun golongan darah pasien dengan golongan darah donor sama. Bila dalam pemeriksaan silang tidak terdapat kelainan, maka barulah darah donor diberikan kepada pasien. Bila pada pemeriksaan ditemukan kelainan atau ketidakcocokan perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari sebab kelainan atau ketidakcocokan tersebut.

    Demikian informasi ini, semoga tidak lagi bingung ketika ada keluarga atau sahabat tercinta yang membutuhkan darah.

    Semoga bermanfaat yah.

     

    With Humble,

    Valencia MR (@JustSilly)

    Founder of @Blood4LifeID@3_Little_Angels@BFLAct dan @LittleStep_BFL