RSS Feed
  1. Buku Kehidupan…

    January 12, 2015 by silly

     

    “Hidup adalah buku, jadi sebelum menutup buku ini, mari merenung sejenak, sudahkah kita menulis buku kehidupan kita dengan indah?….”

    As I said before… Hidup itu hanya sekali, dan sementara..

    Kita tidak pernah tahu kapan kita dipanggil pulang..  ‘Waktu’ kita itu… kita gak pernah tahu…

    Dia datang seperti pencuri… Gak kenal masih muda, masih anak2, atau masih banyak tanggungan, ketika kontrak kita didunia ini berakhir, kita semua pada akhirnya akan pulang.

    Dulu, saya takut banget mati… Takut banget kehilangan semua orang yang saya kasihi, takut banget membayangkan, seperti apa kehidupan disana kelak, apakah konsep surga dan neraka itu bener-bener ada?

    Gimana rasanya tidur didalam tanah yang dingin dan lembab, hanya kita dan alam yang menyatu, berteman sepi… tanpa suara, tanpa irama… hanya kita dan sunyi..

    Kepulangan Alm. Uje beberapa waktu lalu, sempat membuat semua kalangan bersedih, tidak peduli agama apapun, semua merasakan kehilangan yang luar biasa akan sosok anak muda yang cinta Tuhan dan jadi panutan semua orang..

    Kepulangan Alm Uje juga benar-benar mengingatkan saya kalau kita hanya “transit” di dunia ini.. Kehidupan kekal itu disana… after this life..

    Dan apakah kita akan mengalami “Kehidupan Kekal” atau “Kematian Kekal” di kehidupan setelah ini, ditentukan oleh bagaimana kita mengisi hidup kita yang sekarang..

    One thing for sure… If we spent our ‘transit-time’ sharing love, tender, care and peace to others,.. when our time comes, we will fly up with our colorful wings..:’)

    Sahabat…

    Hidup manusia itu seperti buku…

    Cover depan adalah tanggal lahir kita,

    Cover belakang adalah tanggal kepulangan kita..

    Tiap-tiap lembar adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita, dan apa yang sudah kita lakukan..

    Kitalah yang menjadi penulis buku kehidupan kita..

    Ada buku yang tebal, ada yang tipis.. Ada yang menarik dibaca, ada yang tidak menarik sama sekali.

    Menarik tidaknya buku kehidupan kita, kitalah yang menulisnya.. Dan sekali menulis, tidak akan terhenti, sampai selesai..

    Semua yang kita kekep erat-erat di dunia ini, akan diambil seluruhnya dari pelukan kita,  sebelum kita menutup buku yang kita tulis…

    Lantas buat apa kita kekep erat-erat semua itu.. kalau pada akhirnya harus kita tinggalkan..

    Belajarlah berbagi, karena berbagi membuat kita punya sesuatu yang bisa kita tulis di buku-kehidupan kita..

    Yang menarik dari ‘buku-kehidupan’ itu adalah.. SEBURUK apapun halaman sebelumnya,.. slalu ada halaman selanjutnya yang putih bersih, baru dan tiada cacat..

    Jadi seburuk apapun kita mengisi hidup kita kemarin,.. slalu ada kesempatan untuk kita memperbaiki “halaman baru”, sebelum kita menutup ‘buku’ itu :)

    Halaman baru, means kesempatan baru untuk kita melakukan sesuatu yang benar, .. memperbaiki kesalahan, & melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-NYA

    Nikmati dan isilah halaman demi halaman ‘buku-kehidupan’mu dengan hal-hal yg baik,.. supaya  kelak ketika dibaca orang.. mereka akan tersenyum haru membaca buku kehidupanmu :’)

    Love freely… forgive freely…

    Jangan mendendam, karena hanya akan membuat kita terluka,… dan menuliskan luka itu dibuku kehidupan kita… lalu meninggalkan buku yang penuh luka…

    Jika ingin melahirkan ‘buku-kehidupan’ yg menarik,.. jangan lupa libatkan ‘ahliNYA’,.. Dalam setiap lembar buku kehidupanmu.. ini yang selalu saya bilang pada diri saya sendiri…

    Jangan lupa untuk selalu bertanya pada-NYA,… “apa yg seharusnya kita tulis di tiap-tiap hari… ditiap halaman buku-kehidupanku, wahai sang Empunya Kehidupan”.

    Supaya pada saat halaman terakhir buku-kehidupan kita selesai,… Dia mendapati buku kita sebagai buku yang sangat berkenan kepadaNYA.. :’)

    Jangan mau menghabiskan hidup mengisi bukumu dengan airmata orang lain.. Lebih baik menangis sekarang karena tidak bisa memenuhi keinginan dagingmu, ketimbang menangis selamanya kelak, karena sudah meninggalkan buku yang penuh airmata oranglain..

    Selamat menulis buku-kehidupanmu dengan tinta ‘Cinta’… dan pena kebijakan,..  serta warnailah dengan kasih dan pengertian…

    At the end…

    Selamat menutup lembaran bukumu hari ini dengan ucapan syukur,  krn buku-kehidupanmu hari ini terisi penuh dengan cinta, dan jadi berkat buat banyak orang.

     

    With Humble

    @JustSilly

    *this article is also written on my book “My 3LittleAngels – Malaikat-malaikat Tak Bersayap”


  2. Terkadang Kita Butuh Untuk Menangis

    January 5, 2015 by silly

    Kadangkala hidup mengharuskan kita untuk menangis meski tidak tahu betul apa yang membuat kita ingin sekali menangis.

    Yang kita tahu hanyalah bahwa kita sudah melakukan segala sesuatunya dengan benar, tetapi tetap saja kesalahan baik yang kita lakukan tanpa sadar, atau kesalahan yang tidak kita lakukan tetapi selalu ditujukan pada kita.

    Bahkan ketika kita merasa sudah membuat keputusan yang benar, namun bagi orang lain, pemikiran kita tetap saja keliru.

    Melelahkan sekali bukan hidup seperti ini?

    I’ve been there, done that.

    Tapi satu ketika, aku menemukan sebuah artikel yang membuatku tersentuh lalu berfikir… betapa selama ini aku lupa akan sesuatu yang sangat penting dalam hidupku.

    Ahhh, iya… aku baru sadar,…

    Tuhan sudah menciptakan aku seperti Matahari, bukankah matahari itu bersinar memancarkan keindahan cahayanya?.

    Tapi bagaimana aku bisa bersinar seperti matahari, jika hatiku seringkali dipenuhi oleh rasa iri, ketika melihat kebahagiaan orang lain.

    Bagaimana aku bisa bersinar, jika hatiku masih saja dipenuhi oleh kesedihan akan kebahagiaan orang lain.

    Bagaimana oranglain bisa menikmati keindahan cahaya hatiku, jika didalamnya, hanya dipenuhi oleh kecemburuanku melihat keberhasilan orang lain.

    Tuhan menciptakan hidupku supaya mengalir seperti air… tapi terkadang aku membatasinya dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali.

    Ketika aku melewati rintangan, seringkali aku langsung merasa kalah, sakit hati dan akhirnya hanya sumpah serapah yang keluar dari mulutku.

    Aku lupa, sakit hati itu terkadang juga karena cara berfikirku yang selalu menganggap oranglain salah, dan end up membuat tidurku tidak nyenyak dan hidupku tidak nyaman. Sakit hati, hanya membuatku terhambat meraih masa depanku sendiri.

    Jadi bukan keadaan yang salah, tapi aku yang membiarkan rasa sakit dan amarah itu menguasai diriku. Aku tidak lagi focus pada masa depanku… tetapi focus pada rasa sakit hatiku, pada dendam dan amarahku.

    Aku harus berhenti. Aku harus berhenti mengeluh akan hidupku.

    Aku harus menguasai pikiranku, karena dari sanalah sumber semua amarah, iri, sedih dan semua emosi-emosi negatif. Semua rasa tidak adil, dilecehkan, diremehkan bahkan perasaan dikhianati oleh orang yang kita cintai atau sesama kita… hanya akan menguras energy kita.

    So, siapapun yang mungkin berada di  posisi ini, say this to your self:

    Aku berharga. Aku adalah rancangan Karya Agung yang Dasyat!

    Dulu ketika aku berada diposisi ini, aku juga bicara pada diriku sendiri, “aku harus menjauhkan diriku dari kemarahan… Dan mencoba duduk diam dalam ketenangan jiwaku… bersatu dengan alam, dan mengalami kemurahan Tuhan”.

    Dan ketika itu, tiba-tiba aku merasa Dia menyentuh pundakku. Ah, iya… Aku lupa. Aku lupa bahwa DIA tidak pernah pergi. Dia selalu disini, menanti aku untuk datang dan mengadu padanya.

    Bahwa Aku lelah, dan aku butuh kekuatan.

    Dan dengan lembut, dia merentangkan tangannya… lalu memelukku. Erattttt sekali. Adem sekali rasanya, berlindung disana. Rasa itu… indahhh sekali.

    Didada-Nya kini kuletakkan kepalaku yang lelah, dan Dia mengusap rambutku.

    Dengan lembut DIA berkata,

    “Anakku, dengarkan Aku baik-baik,

    Jika engkau lelah, Aku selalu ada disini, dan tangan Ku akan terbuka lebar-lebar untuk memelukmu.

    Menangislah, karena kamu butuh menangis. Rasakan debaran jantungKu, seperti ketika engkau dalam rahim ibumu…

    Aku akan senantiasa menyediakan bahuKu untuk tempatmu menangis, kapanpun engkau membutuhkannya.

    Aku akan selalu ada disini, menunggumu untuk datang… Karena AKU, sangat sayanggggg padamu.

    Dan Aku sungguh-sungguh peduli padamu. Ketahuilah, bahwa semua ini kulakukan, karena engkau BERHARGA dimata-Ku”

    Dan akupun tersungkur.

    Iya, betapa selama ini aku lari kesana kemari mencari tempat untuk menangis. Aku lupa… DIA selalu ada disini… disampingku… menungguku untuk datang… dan menangis dipundaknya.

    Ahh, terima kasih Tuhan, terkadang hanya butuh menangis untuk bisa meringankan apapun yang menghimpit rasa.

     


  3. Pelukan Meredakan Tantrum pada #Autism

    January 3, 2015 by silly

    Seringkali orang tua gelisah ketika anaknya tidak bisa berkomunikasi seperti layaknya anak seusia mereka. Orangtua lalu mencari segala cara untuk membuat anaknya bisa bicara

    Semua terapi dilakukan, malah ada yang ke orang pinter segala, hanya supaya anak mereka bisa bicara.

    Padahal Komunikasi tidak sama dengan bicara. Komunikasi tidak harus dengan verbal, karena tidak semua anak bisa berkomunikas dengan verbal.

    Anak-anak yang non vernal bisa diajarkan untuk berkomunikasi dengan banyak cara. PECS atau Picture Exchange Communication sistem adalah salah satu cara berkomunikasi untuk anak non verbal. Mereka berkomunikas dengan cara menunjukkan gambar, cara mengajarkan komunikasinya juga dengan menunjukkan gambar pada kartu2 yang biasanya dapat dibeli di tempat terapi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

    Andre anak saya juga dulu sangat sulit berkomunikasi. Ketika umurnya 1,5thn, after kejang pertama, Andre tiba-tiba mulai berhenti memanggil saya “mama”, dan mulai malas bicara…

    Setiap kali ingin sesuatu, dia akan menarik tangan saya, dan mendorong saya ke tempat benda yang dia maksud… Atau kalo tidak, dia akan menangis dan merengek jika saya tidak mengerti apa yang dia maksud.

    Jadinya saya hanya menebak-nebak sambil nanya apa yang dia mau..

    “Yang ini?” *dia menggeleng*… “Yang ini?” *geleng lagi*… “Ini?” *teteup geleng*, dengan nada pasrah dan setengah putus asa sedikit membentak saya nanya, “YANG INIHHHH?”.. Dan dia pun menangis mengamuk karena stress dan putus asa…

    Anaknya jadi overwhelmed karena mamanya gak ngerti-ngerti apa yang dia mau.. Mamanya juga overwhelmed karena dia gak ngerti-ngerti apa yang anaknya mau, meski sudah ditunjukin semuanya…

    Jadilah kami berdua ibu dan anak yang putus asa dan saling menyalurkan energy negatif satu sama lain. Kebayang gak sih gimana jadinya dua orang stress dibawah satu atap? Alamat rumahnya jadi kerasa panas dan tidak nyaman bukan?

    Untungnya Tuhan juga mengaruniakan segudang sabar, jadi ketika anak saya sudah begitu, saya peluk sambil menenangkan dirinya dengan mengusap-usap punggungnya, dan mendekatkan telinganya ke dada saya.

    Usapan pada punggungnya akan memberi rasa nyaman yang bisa menenangkan dan bunyi jantung ibunya akan terasa seperti musik yang menenangkan, yang sama seperti irama yang sering dia dengar pada saat masih didalam kandungan ibunya.

    Andre sampai usia 4 tahun tidak bisa bicara seperti layaknya anak normal seusianya. Dari mulutnya hanya keluar bunyi-bunyian yang hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang diomongin.

    Setelah terapi sampai usia 4thn, dokter menyarankan untuk masuk sekolah mainstream supaya bisa belajar berkomunikasi seperti anak normal lainnya.

    Akhirnya saya masukkan andre ke salah satu sekolah di dekat rumah saya, tanpa menceritakan kekurangan andre karena saya percaya anak saya pasti bisa seperti anak lainnya.

    Gak tahunya, gak nunggu hari jumat, baru 4 hari sekolah saya udah dipanggil kepala sekolah dan diberi tahu bahwa anak saya tidak bisa bersekolah disitu karna mengganggu aktifitas belajar mengajar, dia sering ngamuk dikelas dan melempari gurunya dengan sepatu, saat ditanya, berapa pensil yang ada ditangan gurunya.

    Saya sempat sedih luar biasa saat itu, kebayang gimana SD, SMP, SMA kelak, kalau masih TK aja anak saya udah diusir-usir dari sekolah.

    Saat saya menangis menjerit-jerit sama Tuhan, saya kembali diingatkan bahwa Tuhan itu Arsitek yang Agung, karyanya tidak pernah salah. Tidak satupun karyanya yang adalah produk yang gagal.

    Jadi ketika DIA menciptakan anak yang punya kekurangan.. Dia juga tidak lupa menitipkan kelebihan pada anak itu. Tugas kitalah orangtua untuk mencari apa kelebihan anak kita, dan membantunya memaksimalkan kelebihannya, menjadi bekal buat dia kelak ketika dewasa.

    Andre sekarang bisa berkomunikasi, setelah semua bahasa saya ganti ke bahasa Inggris. Bahkan Andre hanya mau berkomunikasi dalam bahasa Inggris, entah kenapa, dan agak sulit belajar bahasa Indonesia.

    Moms…

    Jangan memaksakan anak kita untuk harus bisa berkomunikasi secara verbal.. Usaha memang tetap harus dilakukan, tetapi “bicara” jangan menjadi target utama yang harus dicapai anak. Komunikasi tidak harus bicara. Jaman sekarang sudah ada banyak sekali sarana untuk mengajarkan anak berkomunikasi. SMS salah satunya.

    Ajarkan anak berkomunikasi dengan SMS, akan sangat membantu dia mengungkapkan apa yang dia mau. Atau dengan bahasa isyarat jika sulit menemukan hp yang bisa membantu si anak berkomunikasi.

    Jangan putus asa ya mom, tetaplah bersukacita… because we are the chosen one.

     

    Be Blessed,

    Valencia Mieke Randa (@JustSilly)


  4. Menulislah Terus

    January 2, 2015 by silly

    This post dedicated to Cicik Dessy yg punya resolusi menjadi blogger thn 2015 ini

    This post is dedicated to Cicik Dessy yg punya resolusi jadi blogger thn 2015. Semangaaat :)

    PS: Tulisan ini pernah dimuat di Ngerumpi.com, tapi karena situsnya sekarang udah ga ada, saya repost lagi disini ya

    Yang lagi smangat2nya bermimpi, aihhh sama… *tosh ahhh* . Senang rasanya karena aura mimpi-mimpi itu begitu kerasa saat ini. Dan saya percaya, kita semua tidak hanya bermimpi, karena dengan terus berusaha, kita semua sedang berlari mengejar mimpi-mimpi itu… bergandengan tangan, bersama-sama merajut mimpi… saling mendukung, saling mengkritik dan saling melengkapi.

    Satu hal yang pengen saya bagikan… Jangan pernah resisten terhadap kritikan dan masukan. Selalu anggap ini sebagai stepping stone untuk kemudian melangkah selangkah lebih maju.

    Bagian ini boleh dibaca boleh tidak, ini cuma sharing pengalaman saya aja.

    Dulu yah, waktu saya kerja, saya paling benci sebenci bencinya sama supervisor saya yang cerewet, jutek, dan ngasih saya kerjaan terus menerus. Padhal teman2 saya asik2 ngikir kuku aja gitu di depan dia… eh, gak dikasih tugas apapun. Giliran saa salah dikitttt… asli, dikritik mampus kayak silet nge belek-belek.

    Sumpah, waktu itu saya pengen tusuk nih orang dari belakang kalo lewat depan saya. Emang bukan kayak Ahmad Dani yang nusuk mulan jameela dari belakang sih, tapi ya gitu deh, pokoknya empet se empet empetnya… Kadang gak cuma empet!!!… ya, empet lima enem… semua rasa deh pokoknya, hehehe.

    Gak tahunya, pas penilaian karyawan, dia minta maap sama saya… dia bilang, dia melihat potensi besar dalam diri saya, dan sayang kalo tidak diasah dengan banyak berlatih. Karena ibarat intan, kalo gak digosok, orang gak akan pernah tahu bahwa batu butek jelek dan sama sekali tidak menarik itu, ternyata menyimpan keindahan yang LUARRR BIASA!.

    Itu sebabnya dia selalu memberi saya tugas demi tugas, untuk terus memaksa saya berlatih dan tidak membiarkan saya menghabiskan waktu percuma, dengan ikutan ngikir kuku atau sekedar ceting gak jelas sama sesama teman kantor.

    Awalnya saya masih gak terima, dalam hati saya, saya cuma mikir,

    “Cihhh, dia pasti cuma sirik gue ditaksir sama bos.. Jadi nyuruh2 saya melulu, lalu mencari-cari kesalahan saya.” 

    Tapi ketika kebetulan diperusahaan tempat saya bekerja ada lowongan untuk Business Analist SAP, karyawan yang kinerjanya paling tinggilah yang diberi kesempatan untuk menduduki posisi itu. And guess what, who is the employee??? Yes, it’s me!

    Saya padahal baru bekerja 1 tahun! Imagine that! ketika itu program yang dipake di perusahaan tempat saya bekerja, merecord semua aktivitas karyawan, mulai dari“Clock-In” sampai “Clock-Out”. Dan dari record yang ada di sistem SAP tsb… saya karyawan yang paling banyak aktivitasnya, paling banyak pekerjaannya dan yang paling lama dikantor (Maklum waktu itu masih jomblo, datang paling awal, pulang paling telat, hehehe… wong gak ada yang nungguin juga dirumah :D).

    Perlakuan yang sama saya terima di departement yang baru, lagi2 disuruh2 mulu… Salah melulu, diomelin melulu, berkali-kali… ampe kesel banget!!! Tapi emang dasar gue kepala batu kali yeee, saya ndak pernah menyerah. Modalnya cuma nangis doang, kalo kesel, masuk kamar mandi, nangis bentar, lalu keluar dari sana dengan semangat baru,…“AWAS LOE! Gue buktiin kalo gue lebih baik dari yang selalu lo omelin ke gue!”.

    Dan saya kembali tenggelam dalam semangat yang gigih untuk bangkit dan membuktikan ke semua orang bahwa perempuan ini tidak selamanya jadi pecundang.

    Tahun berikutnya, perusahaan automotive tempat saya bekerja tiba2 berkembang sangat pesat. Mereka butuh pemimpin2 yang handal, energic dan kreatif serta pantang menyerah, untuk ditempatkan dilapangan, dan memimpin divisi2 baru tsb. Kira-kira siapa yang akan mereka tempatkan diposisi2 ini? Yak, anda benar. Mereka adalah orang-orang yang sudah terbukti pantang menyerah, bisa bekerja under pressure, tidak peduli seberapa sering dia melakukan kesalahan, tapi yang terpeting, seberapa baiknya dia belajar dari kesalahan itu, kemudian bangkit, dan berjalan dengan kepala tegak (bukan tertunduk malu karena udah salah melulu), dan menjadi lebih baik dari sebelumnya…

    And one of them…….. is me. :)


    Mungkin sebagian orang akan menganggap ini posting narsis, and it’s ok for me. Buat saya, jauh lebih penting berbagi ilmu ketimbang mengkhawatirkan apa yang akan orang bilang tentang kita.

    Saya pengen orang sadar bahwa terkadang, sesuatu yang kita anggap menyakitkan, kadang justru merupakan ‘proses’ untuk membentuk kita menjadi lebih baik.

    Tidak peduli seberapa sering tulisan kita kosong melompong tanpa komentar, atau hanya dikomentari oleh segelintir orang… Tidak peduli seberapa sering tulisan kita malah dikritik jelek dan ancur banget… Tidak peduli seberapa sering orang menganggap tulisan kita membosankan… Dan tidak peduli seberapa sering kita adu argumen dengan orang lain di komen-komen kita…. Yang penting adalah, seberapa banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sana… Seberapa banyak pembentukan karakter yang bisa kita pelajari dari proses2 itu… dan Seberapa banyak kita bangkit dan terus berlatih lagi… ITU YANG LEBIH PENTING!.

    Jadi teman-teman, jangan resist terhadap kritik, jangan malu untuk menulis, jangan sungkan untuk terus berlatih. 

    Menjadi penulis, bukan berarti harus bikin buku nantinya. Menulis, melatih kita membuka wawasan, pikiran dan analisa berfikir. Memberi komentar melatih kita untuk bisa memberikan feedback dengan baik dan benar. DIBIDANG APAPUN, disisi apapun dalam kehidupan kita, ketrampilan memberikan masukan dan feedback itu sangat penting. Tidak harus menjadi penulis yang handal untuk memulai memacu diri kita menulis, karena dengan menulis, kita sedang memperkaya diri kita sendiri… dan orang lain.

    Menulislah, dan jangan pernah berhenti bermimpi.

    Saya gak heran kalau satu ketika ada banyak pemimpin2 yang handal, penulis-penulis yang handal… dan kritikus yang hebat… yang lahir dari dunia maya…

    Bukan tidak mungkin kalian akan seperti Aurel, yang rajin menulis sejak usia 5thn, dan sekarang sudah dapat penghargaan dari Dubes Amerika Mr. Scot Marciel atas novel pertamanya yang diterbitkan oleh penerbit ternama di Indonesia, GRAMEDIA, dan tulis dalam bahasa Inggris saat usianya 10thn.

    Aurel and Mr Scot Marciel on USA's Independence day

    Aurel and Mr Scot Marciel on USA’s Independence day

    IMG_1014

    Selamat menulis, selamat menyikapi segala hal dengan positif… dan satu ketika, anda semua akan memetik buah yang… MANIS. :)

    Salam hangat,

    Silly :)