RSS Feed

Kenapa Gak Boleh Becanda Pakai Kata Autis Lu

September 18, 2011 by silly

Teman-teman mungkin tahu mengenai gerakan Stop Autism On our daily Jokes bukan?. Nah, tidak adil rasanya jika kami, orangtua anak-anak autism, hanya menghimbau dan menghimbau tanpa menceritakan mengapa kami terkadang suka resisten dan mudah tersinggung menanggapi becandaan ini.

Sooo, here you go. 🙂

PS: This post is already posted everywhere, but the original one is posted on my old blog: http://sillystupidlife.com

* * *

This article is taken from: http://ngerumpi.com/baca/2009/07/09/kenapa-sih-gak-boleh-becanda-pake-kata-autis-lo.html

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

 

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat…  berisi apa saja yang cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed.

Kebayang gak?… mungkin enggak, jadi ijinkan saya bercerita…


Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi ulat bulu, dan membuat saya bergidik ngilu.

Pernah juga aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan.

Kuberi dia susu instant,… tapi anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ah, sudahlah, life must go on bukan?. Besides, I’m happy to have her in my life 🙂

 

Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.

Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan. Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring di atas lemari, dengan setrika panas yang menempel di punggung tangannya, yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak.

Kini, strika panas itu masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!

Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku.

Kuangkat setrikanya… dan, aduh Tuhan,… aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :((

Aaaarrrrgggghhhh… Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… 🙁

Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangnya… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit terdekat, untuk dirawat secara intensif.

Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.

AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.

Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh.

GEDUBRAK!!!… Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…

Damn!!. Lagi-lagi anakku. Oh Tuhan… dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga belakang kepalanya sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dia menggaruk luka di kepalanya yang bocor… sehingga darahnya semakin banyak yang mengalir.

Sementara darahnya terus aja mengucur deras, dia terus saja berjalan sambil mengoceh. Entah apa yang diracaukannya… Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah.

Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.

Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.

Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,…

“mbak, minta handuk… handuk… darahnya tambah banyak. Cepat mbak… CEPATTTT!!!”

*panik semua panik kayak orang lagi kena kebakaran*

Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.

Dia tidak menangis sama sekali… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku hilang keseimbangan…

AKU PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal.

Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.

Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu, sahabatku menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…

“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? Kayak ANAK LOE khan yah?

“Loe marahin deh sil… marahin sil…”

“Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”

Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…

Saya???…….  hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya…  : ( : ( : (

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik. Jadi saya mengerti ketika ada teman yang resist begitu mendengar kata ini. Tahu banget rasanya 🙂

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

 

 

Just my two cents 🙂

-Silly-

Share This:


84 Comments »

  1. thanks for sharing this mbak…GBU always!

  2. Christian Rosandhy says:

    Ampuni saya mbaaakk… >___<

  3. Muhammad says:

    saling mendo’a kan mba’.. & selalu yakin akan kebesaran tuhan dalam kehidupan kita.

    Thank’s for share, gw bisa banyak belajar

  4. heny says:

    salut buat mbak 🙂 jujur saya sebel banget dengan jokes yg mengandung “autis” benar2 bukan sesuatu yg pantas untuk ditertawakan, ato… mungkin saya nya yg terlalu bego jd ga ngerti dimana letak lucunya kata itu..

  5. Hani Indari says:

    Two tumbs for a greatest Mom, I hope your daughter always makes you happy and rememberring us that Allah swt. is a creator that we never know at the end ….

  6. Nia says:

    anda menyadarkan saya, dengan kata2 anda : “Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal.

    Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.”

    Trims sudah berbagi, sehingga menyadarkan saya untuk selalu bersyukur atas segala nikmat-Nya

  7. tyazism says:

    Salut banget mbak, saya juga sebenernya ga bisa ngerti sama joke tentang autis ini, tapi begitu baca ini saya malah jadi tersentuh buat ikutan campaign-nya dan jadi menyebarkan link ini lewat akun FB dan twitter saya. Mari kita berbagi kebaikan :), makasih buat tulisannya yg sangat inspirasional…

  8. erland wiratama says:

    TUHAN yang mengatur segala kehidupan di muka bumi ini…..

    Cintailah BUAH HATI kita dgn penuh kasih sayang.

  9. abdul karim says:

    Salut buat mbak yng bgtu sabar dan tegarnya merawat anak mbak,smoga ALlah memberikan kesabaran buat mbak dan smoga anak mbak bsa sgera sembuh,amiin

  10. vivi aufa says:

    saluuuttt…suka sekali dgn kata2 “Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal
    Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini. So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.” semoga mbak silly selalu diberi kesabaran,,setiap anak adalah anugerah n hanya titipanNya..smoga qt bs slalu menjaga amanah yg sangat berharga ini ya mbak….

1 2 3 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *