RSS Feed

‘Autism’ Category

  1. Pelukan Meredakan Tantrum pada #Autism

    January 3, 2015 by silly

    Seringkali orang tua gelisah ketika anaknya tidak bisa berkomunikasi seperti layaknya anak seusia mereka. Orangtua lalu mencari segala cara untuk membuat anaknya bisa bicara

    Semua terapi dilakukan, malah ada yang ke orang pinter segala, hanya supaya anak mereka bisa bicara.

    Padahal Komunikasi tidak sama dengan bicara. Komunikasi tidak harus dengan verbal, karena tidak semua anak bisa berkomunikas dengan verbal.

    Anak-anak yang non vernal bisa diajarkan untuk berkomunikasi dengan banyak cara. PECS atau Picture Exchange Communication sistem adalah salah satu cara berkomunikasi untuk anak non verbal. Mereka berkomunikas dengan cara menunjukkan gambar, cara mengajarkan komunikasinya juga dengan menunjukkan gambar pada kartu2 yang biasanya dapat dibeli di tempat terapi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).

    read more

    Share This:


  2. Cordlife Duke Medicine for Autism

    August 24, 2014 by silly

    Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan salah satu sahabat yang sedang gundah. Ibu ini, sebut saja siska, sama seperti saya juga, memiliki anak yang berkebutuhan khusus.

    Segala terapi sudah dia coba untuk anaknya, mulai dari terapi yang standard seperti terapi Okupasi, terapi bicara, sistem integrasi, sampai terapi yang kata orang bisa menyembuhkan anak autism, seperti terapi lumba-lumba, terapi berkuda dsb. Ibunya juga udah pernah mencoba terapi hyperbaric, tapi katanya anaknya tidak  menikmati, cenderung tersiksa malahan, sering ngamuk dan pernah sekali sampai mimisan. Meskipun katanya efek samping dari terapi hyperbaric ini salah satunya adalah mimisan, tapi teteup aja namanya ibu, kalau dah liat darah suka serem, dan memutuskan untuk menghentikan pengobatan tersebut.

    read more

    Share This:


  3. Ketika Anak Dideteksi Autis

    November 12, 2013 by silly

    PS: Artikel ini bisa anda baca juga di website Parenting Indonesia, disini:

    Ketika Anak Dideteksi Autis, What Should We Do

    Ketika Anak Didiagnosis Autisme, jangan takut, Mama tidak sendiri. Cobalah tenangkan diri, dan yakin Anda pasti bisa membantu anak Anda.

    Lakukan langkah-langkah di bawah ini:

    • Cari informasi sebanyak-banyaknya, baik melalui dokter-doker, psikiater, psikolog, buku-buku, internet dan sebagainya.
    • Bergabunglah dengan Parent Support Group (PSG) yang ada di wilayah Anda. Jika belum ada, berinisiatif membentuk wadah persatuan antar orang tua bisa menjadi salah satu supporting untuk Anda dan anak Anda juga, supaya Anda tidak merasa berjuang sendiri.

    read more

    Share This:


  4. Anakku Berbeda Dari Anak Lainnya, Autis Kah?

    November 12, 2013 by silly

    PS: Artikel ini juga dapat anda baca pada website Parenting Indonesia, disni:

    Anakku Berbeda Dari Anak Lainnya, Autis Kah?

    Mama tentu pernah khawatir ketika melihat perkembangan buah hatinya berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Saya juga begitu. Kebetulan ketika itu saya sudah berhenti bekerja, dan sama sekali tidak punya kegiatan apapun selain mengurus anak di rumah.

    Setelah Aurel bisa ditinggal di sekolah, (kapan-kapan saya akan bercerita tentang bagaimana Aurel ketakutan masuk sekolah dan saya terpaksa jadi shadow teacher-nya selama berbulan-bulan dalam kelas, demi untuk membangun self esteem Aurel lagi), saya menemukan Andre tiba-tiba step, dan akhirnya mulai terlihat tidak ada progres dalam tumbuh kembang Andre.

    read more

    Share This: