RSS Feed

Mengapa Ada Harga Yang Harus Dibayar Saat Kita Butuh Darah dari PMI

February 25, 2014 by silly

Ini pertanyaan yang paling sering saya dapatkan di manapun dan kemanapun saya pergi.

“Mbak, kenapa sih kalau kita donor darah di PMI, darahnya gratis, padahal kalau kita butuh darah di PMI, kita harus bayar?”

Ada yang lebih ekstrim malah, dan ini justru keluar dari seorang pengacara yang katanya cukup terkenal

“Masa orang memberikan darahnya diminta ikhlas, dan tanpa imbalan apapun, sementara ketika orang lain butuh, dikenakan biaya yang cukup mahal. Ini namanya memanfaatkan dan mengkomersilkan niat tulus orang”

Saya tidak menyalahkan pernyataan-pernyataan diatas. Wajar sih, bahkan saya pun awalnya sempat berfikir demikian, sampai kemudian saya googling, dan menemukan jawabannya. Plus cari tahu informasi ini ke temen-temen PMI, akhirnya saya menemukan bahwa sebenarnya darah yang di transfusikan ke kita itu GRATIS.

Yang kita bayar adalah Biaya Penggantian Pengelolaan Darah, atau disingkat BPPD

Here’s the detail

Kenapa ada biaya yang harus kita bayar saat kita butuh darah, padahal saat kita mendonor, kita gak dibayar? Apakah PMI jual darah?

Nope, sama sekali tidak!

Transfusi darah itu tidak seperti yang kita lihat di sinetron-sinetron di televisi, dimana habis disedot dari badan seseorang, langsung di transfusikan ke badan si penerima.

Actually, yang kita lihat di sinetron itu menurut saya justru membuat orang jadi salah kaprah, karena darah tidak mungkin bisa langsung dipindahin ke tubuh penerima seperti layaknya transfer uang. Ada proses-proses yang harus dilalui, antara lain proses pemeriksaan calon pendonor, proses pengambilan darah, screening, penyimpanan dsb

Biaya yg kita keluarkan perkantong darah sebenarnya adalah biaya penggantian pemeliharaan darah, supaya kondisinya tetap sama seperti saat berada dalam tubuh kita. Biaya ini yg kita kenal dgn nama ‪#BPPD atau Biaya Penggantian Pengelolaan Darah. Besarnya ditentukan ol/ subsidi pemda stmpat.

Biaya #BPPD itu terdiri dari:

#1. Kantong darah! Kantongnya didesain khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak, kantong darah ini masih import, sehingga komponen BPPD menjadi mahal.

Selain kantong darah yang masih import, juga biaya alat-alat yang  disposable alias sekali pakai misalnya: Kapas, alkohol, jarum, selang dsb.

#2. Pada saat donor darah, semua calon pendonor dicek kesehatanya mulai dr berat badan, tekanan darah, Hb, dsb

#3. Biaya pengecekan terhadap penyakit MENULAR. Semua darah pendonor discreening terlebih dahulu apakah mengandung penyakit yang sekiranya bisa menular lewat transfusi darah.

Sesuai dengan keputusan dari WHO, penyakit yang discreening tersebut adalah:

HIV, SYPHILIS/RAJASINGA/TREPONEMA, HEPATITIS B dan HEPATITIS C.

Kebayang gak kalau kita medical check up di rumah sakit, hanya untuk tahu penyakit–penyakit tersebut ada atau tidak di badan kita, mengingat gaya hidup kita jaman sekarang amat sangat memungkinkan kita terpapar penyakit-penyakit tersebut.

Saya pernah cek darah ke La prodia, untuk Hepatitis B, Hepatitis C dan Diabetes, biayanya skitar Rp 1.350.000

Nah, dengan mendonor secara rutin, darah kita akan selalu di check secara berkala, dan jika ada apa-apa, kita akan diinformasikan untuk segera menghubungi PMI atau dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, GRATIS pulak! :))

Amazing bukan? Kita menolong, tapi kita juga tertolong 🙂

Jangan kuatir, PMI menjamin kerahasiaan data pendonor, sehingga jika darah kita bermasalah atau tidak terpakai, hanya kita, PMI dan Tuhan yang tahu, unless you decided to tell someone. 🙂

#4. Biaya Proses Komponen Darah. FYI, darah yang didonorkan tidak berhenti dalam bentuk darah merah itu saja, melainkan diproses lagi.

Sekantong darah kita ini, nantinya akan dipisahkan menjadi komponen-komponen darah, spt: thrombosit (Tb), PRC, Plasma darah, WB dsb. Diprosesnya sesuai kebutuhan pasien. Ada yg butuh plasma darahnya saja, ada yg butuh thrombositnya saja.. ada yg butuh Whole Blood (WB) dsb.

Contohnya: Untuk Kanker umumnya butuh HANYA thrombositnya saja, yang proses pemisahannya disebut Apheresis.

Proses Apheresis ini syaratnya banyak, antara lain, berat badan calon pendonor > 60kg, tidak merokok, tidak tatoan, sehat jasmani dan rohani, dan harus lolos screening apheresis selama 8 jam pertama… Selain syaratnya banyak, juga prosesnya sekitar 2 jam, seperti Cuci Darah, menggunakan mesih khusus untuk memisahkan komponen darah, sehingga butuh biaya yang MAHAL.

Jadi kita nanti ada teman yang dengar, sekantong darah biayanya Rp 3,5 juta, itu bukan PMI jual darah, tetapi karena memang proses pemisahan thrombosit dan komponen darah lainnya menggunakan alat yang amat sangat mahal dan rumit.

Sekantong darah Apheresis, sama dengan 10-15 kantong darah pendonor regular. Itu sebabnya biaya BPPD nya jauh lebih mahal, namun lebih menguntungkan buat si calon penerima donor, karena darahnya diperoleh hanya dari 1 pendonor, jadi resiko penolakan dari tubuh pasien jauh lebih kecil dibandingkan thrombosit yang diperoleh dari 10-15 pendonor biasa.

Kapan-kapan saya posting tentang Apheresis lebih detail lagi agar tidak ada anggapan PMI jualan darah sampai 3,5Juta perkantong. (PS: saya bukan karyawan PMI, hanya orang yang peduli supaya tidak ada keraguan untuk berbagi dengan sesama 🙂 )

#5. Uji Silang kecocokan pendonor & terdonor! Ini butuh waktu sekitar 2 jam. Untuk screening darah dari penyakit-peyakit menular tadi bisa sampai 6jam

Terkadang orang masih berfikir bahwa darah bisa langsung di transfusikan, padahal tikak, Darah harus discreening terlebih dahulu untuk mengecheck kecocokan dengan calon penerima. Kalau tidak malah bisa membahayakan nyawa si penerima jika terjadi penolakan dari tubuhnya. Mau nolong malah mencelakakan orang lain, bisa berbahaya… kan kasihan…

Terakhir! #6. Biaya operasional lain-lainnya seperti alat penyimpanan, mesin proses, bangunan, SDM dan tenaga medis dsb

Semua itu adalah komponen-komponen biaya ‪#BPPD.

Semoga dengan mengetahui ini, tidak ada lagi yang ragu untuk mndonor, karna darah kalian tidak diperjualbelikan.

Let’s share love to others, by sharing our blood… It’s feel  good by doing good things, right?

Sharing love is the best way to celebrate life, cause the beauty of life doesn’t depend on how happy we are… but on how happy others can be, because of us..

Kita diciptakan Tuhan pasti untuk tujuan kebaikan, jadi mari memberi makna bagi keberadaan kita di dunia ini bagi orang lain. Kita gak harus kaya untuk bisa nolongin orang… Tuhan menyediakan darah dalam tubuh kita secara cuma-cuma, supaya kita bisa berbagi dengan orang yang membutuhkan, tanpa harus kehilangan apapun.

Berbagi darah membuat hidupmu amat sangat berharga, karna berbagi darah, means berbagi NYAWA dengan orang lain..

Kita gak harus mengalami dulu sakit dan butuh donor, untuk bisa berempati dengan orang lain dan berbagi darah kita.

Mungkin saat ini tangan kita yang berada diatas sebagai orang yang memberi, tapi satu saat, tangan kita akan berada dibawah, sebagai orang yang membutuhkan… Jadi saat tangan kita masih berada diatas, terlebih dahululah memberi, supaya saat tangan kita berada dibawah, akan ada banyak tangan yang terulur buat kita… Just like an ECHO… semua yang kembali ke kehidupan kita adalah apa yang kita tabur, dan semuanya kembali berkali-kali lipat…

So let’s share love… and you’ll feel loved.

With Humble,

Valencia MR (@JustSilly)
Founder of @Blood4LifeID@3_Little_Angels@BFLAct dan @LittleStep_BFL

 

Share This:


52 Comments »

  1. feriyanto says:

    donor baik untuk kesehatan pendonornya loh….

  2. yohanes says:

    mbak ada gak sekrang pmi butuh darah bayar kepada si pendonor?

  3. […] pasien umum yang tidak menggunakan BPJS, kemudian saat mengambil darah ke PMI, diminta membayar Biaya Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD). Malah ngeluh. Katanya… “Udah bayar kok!” “Bayar segini” “Bayar […]

  4. Saya sangat setuju dgn artikel ini,semua emangkembali kepada kita yg mau menyumbangkan darah demi membantu sesama, karna tuhan langsung mencatatnya.ga usa terlalu dipikirkan ada yg mau mengkormisilkanya…yang jelas darah tidak bisa sibuat pakai alat apapun…semua itu kuasa sang pencipta memalalui tubuh kita untuk menghasilkan darah…..yakin lah nilai nya paling tinggi dimata allah karna sesuatu yg palinng berharga kita bisa berikan untuk menolong yg langsung menyatu ketubuh yg memerlukan pertolongan…….salam

  5. arfi says:

    lalu jika pihak PMI tidak menghubungi kita sebagai pendonor, apa itu artinya darah yang kita donorkan tidak bermasalah? apa PMI hanya menghubungi pendonor jika darahnya bermasalah?

  6. Teguh says:

    kalau jual darah langusng kerumah sakit bagaimana?bisa kah?

  7. Sarifudin says:

    Mbak saya mau nanya kebetulan kmarin saya butuh dara 5kantong pas mau ke PMI katanya stok darah habis, trus saya cari keluarga yang mendonorkan darahnya..
    Stelah selesai saya kena biaya 1 kantong darah Rp. 360.000 dan biaya tenaga medis Rp. 50.000/ 1org pendonor jd smuanya Rp. 410.000/kantong.
    Dibandingkan dgn org yang hanya ambil stok darah cma bayar Rp. 360.000 aja.. Lah gmna klo kita ngak cukup bnyak uang udah nangung biaya Rs ditambah lagi biaya darah 410.000/kantong??
    Mohon penjelasannya Terimakasih

  8. It’s really very complicated in this busy life
    to listen news on Television, thus I simply use wkrld wide wweb
    for that reason, and take the newest information.

1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *